Injil dalam Kejadian
Kej 3:1-8, 21

Minggu ini adalah minggu palem dimana semua umat kristen mempersiapkan diri untuk memperingati kematian dan kebangkitan Yesus.
Allah dalam kemahakuasaan-Nya telah merancang segala sesuatu dengan sempurna. Konsep penebusan sudah ada dari awalnya sejak kitab kejadian, bagaimana Tuhan memberi solusi thd dosa dan betapa sia sianya usaha manusia untuk menggapai keselamatan itu jika tanpa karya penebusan.
Kita dapat melihat dalam cerita di kej 3 ini:

Setan = Musuh

Yes 14, Yeh 28 –> adalah malaikat yang jatuh. Pribadi yang jahat, memberontak kepada Tuhan, dan iri kepada manusia krn manusia bersekutu erat dengan Tuhan. Dia tidak bisa menyerang Allah, maka dia menyerang makluk ciptaan-Nya. Cara yg dipakai iblis adalah dengan berdusta. Iblis di sebut sbg bapa segala pendusta.
Perbuatan dan taktik musuh adalah:
1. Berdusta, membuat manusia meragukan kebaikan Allah
2. Menggunakan tipu daya, kamu tidak akan mati, kamu akan jadi seperti Allah
3. Mencobai, tujuannya mencuri, membunuh dan membinasakan, bisa secara fisik atau secara emosi dan mental.

Dalam peristiwa tersebut kenapa Tuhan tidak memukul tangan Hawa saat Hawa mau ambil buah itu? Karena Tuhan telah memberikan otoritas itu kepada Adam suaminya. Maka hai para suami jangan bersikap pasif, engkau harus mengambil tindakan demi keselamatan dan kesejahteraan keluargamu. Adam yang diserahi tanggung jawab dan mandat tidak melakukan dengan baik, sehingga tragedi itu terjadi.
Isteri jangan terlalu dominan dan jangan mengambil seluruh keputusan dalam keluarga. Jangan bertindak mengatur suami dan mengontrol suamimu.
Akhirnya Hawa terpedaya oleh iblis dan Adam dengan sengaja ikut memakannya. Pengetahuan di luar Allah membuat manusia menjauh dari hadirat Allah. Jangan memginginkan pengetahuan, kekayaan atau apapun, jika itu membuat engkau menjauh dari Allah.
Adam saat itu langsung tahu bhw ia telanjang dan manusia diciptakan begitu pintar sehingga ia mengusahakan menutupi kemaluannya dengan membuat cawat, kepintarannya juga membuat ia menyalahkan Hawa, waktu Tuhan meminta pertanggungjawaban dari dia.
Tuhan selalu meminta pertanggungjawaban, nanti jika semua sudah berakhir, kita semua akan menghadapi tahta pengadilan Kristus untuk mempertanggungjawabkan segala sesuatu dalam hidup kita.
Karena kejatuhan Adam dan Hawa ini maka mereka menerima konsekuensinya. Ada hukuman, berkat dan kutuk.
Setan dikutuk : menjalar lewat perut, dan makan debu tanah.
Perempuan dikutuk: susah payah waktu hamil dan melahirkan, tetapi akan tetap berahi pada suaminya. Pemulihan nya: suami harus mengasihi isteri, isteri harus tunduk pada suami
Laki laki dikutuk: terkutuklah tanah karena engkau, bersusah payah mencari rejeki seumur hidup. Pemulihan: hidup yang berkelimpahan.

Manusia membuat cawat dari daun ara, Allah membuat pakaian dari kulit binatang. Kenapa hal ini terjadi, apakah Tuhan tidak puas dengan cawat yg dibuat Adam? Apakah karena bahan dari daun?
Daun ara melambangkan usaha manusia untuk menutupi rasa malu, takut dan rasa bersalah, usaha utk menggapai Allah, usaha mendapat keselamatan dengan kekuatan sendiri. Kalo masa kini ada orang yang bertapa, puasa atau melakukan kebajikan2 spy bisa mendapat keselamatan, tapi itu semua tidak bisa.
Pada waktu Allah membuat pakaian dari kulit binatang, binatang itu harus mati. Ada darah yang tertumpah, darah adalah untuk pengampunan dosa. Darah adalah konsep pengorbanan pengganti (Ibr 9:22). Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Darah Yesus tertumpah bukan untuk menghakimi tapi untuk membebaskan dan memberkati.
Keselamatan adalah anugerah pemberian Allah.
Keselamatam tidak bisa diraih dengan usaha sendiri tetapi semata mata pemberian Allah, GRATIS! Ef 2:8-9
Pengetahuan tentang injil ini akan membuat kita bersyukur, bersukacita dan memuji Allah.
Allah adalah Elohim
Pencipta langit dan bumi yang maha kuasa
Allah memyediakan/mencukupi kebutuhan manusia.
Allah menciptakan dan menebus
Allah adalah pemberi hukum dan hakim
Allah adalah juru selamat.
Jangan hidup sebagai orang yang malu, atau gagal, karena Tuhan telah menebus kita. Inilah saatnya menegakkan kepala kita dalam kerendahan hati. Jangan menegakkan kepala dalam kesombongan tapi dalam kerendahan hati.

no replies

Leave your comment