Pada saat kita menghadap Tuhan, menyembah Tuhan, datanglah dengan ucapan syukur. Percayalah akan kebaikan Tuhan. Sekalipun kondisimu sedang tidak baik tapi percayai bahwa Bapa mu baik. Setelah itu kita memandang kebesaran Tuhan, kita harus menerima pewahyuan akan kebesaran Tuhan sehingga ada puji pujian yang keluar krn pewahyuan bukan sekedar menyanyi . Berkali kali pada waktu saya menyembah Tuhan mengajak jemaat menyembah , maka banyak orang disembuhkan. Sebenarnya semua mujizat, terobosan dan kuasa itu Tuhan sudah sediakan. Tinggal penghalangnya saja yang harus disingkirkan. Sama seperti matahari selalu bersinar. Kalau saudara melihat kok mendung,.itu bukan karena matahari tidak bersinar melainkan krn ada awan yang menutupi.

Pada waktu kita menyembah,.kita bukan melayani pekerjaan Tuhan tapi kita melayani pribadi Tuhan. Kita bukan hanya menikmati hadirat Tuhan tapi kita memberi diri untuk dinikmati oleh Tuhan. Karena itu kita harus mempersiapkan diri jadi seperti mempelai yang berdandan untuk suaminya, dinikmati oleh suami, analoginya seperti kita mandi, pakai parfum supaya bisa melayani suami dengan baik, secara rohani pun kita harus membersihkan diri dan harum supaya bisa dinikmati Tuhan kita.

Pengampunan dosa itu baru belas kasihan, tapi Tuhan mengangkat kita sebagai anak itu adalah grace.

Ada tiga hari raya besar bagi orang Israel
1. Hari raya roti tidak beragi (pesakh/paskah) bicara reconciliation (penebusan)
2. Hari raya Pentakosta/shavu’ ot bicara empowerment (pencurahan Roh)
3. Hari raya pondok daun/Sukkoth

Ini ada dalam perjanjian lama, tapi digenapi dalam perjanjian baru
Untuk apa kita dipanggil Tuhan? Supaya kita menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya. (Roma 8:28-29)
Kita harus mengalami kepenuhan Kristus, sehingga terang-Nya itu tinggal di dalam kita dan bisa dilihat orang lain.
Pada waktu Yesus disalib ada 7 luka yg die derita. Ini menggenapi perjanjian lama dimana seorang imam melakukan 7 kali pemercikan untuk pengudusan.

no replies

Leave your comment