Iman kepada Tuhan

Mungkin hari hari ini saudara punya mimpi, punya visi, sesuatu untuk dicapai, tetapi situasi dan kondisi yang ada di sekelilingmu malah bertambah buruk, apa yang terjadi? Ada kabar baik, itu artinya saudara berada di jalan jalannya para pejuang iman. Untuk menghadapi kenyataan, kita butuh firman dan iman.

Kejadian 17:15

Tuhan berfirman kepada Abraham tentang isterinya, suatu firman nubuatan, suatu destiny yg Tuhan tetapkan. Namanya diperbarui, Sarai menjadi Sara. Ada perubahan identitas, ini karena Tuhan yang berfirman. Pada waktu firman dilepaskan, Roh Kudus bergerak memciptakan sesuatu yang membuat firman itu jadi kenyataan. Pada waktu Tuhan berfirman tentang ini, nama Abram juga sudah diubah menjadi Abraham. Setelah puluhan tahun tanpa melihat sesuatu, maka Abraham pun merasa bahwa itu sukar dipercaya, sesuatu yg mustahil. Secara medis, Sara sudah menopause, tidak mungkin bisa punya anak. Jika saudara saat ini menghadapi situasi yang penting, atau engkau melihat suamimu atau isterimu dan merasa tidak mungkin dia berubah, maka firman ini buat saudara: ” Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil”.
Awalnya Abraham dan Sara menempuh jalur alternatif yang mereka pikir diperbolehkan. Tetapi ternyata hasilnya (Ismael) tidak berkenan/tidak diterima oleh Tuhan.
Saudara ingat kisah Lazarus. Waktu Yesus menerima kabar bahwa Lazarus sakit, maka ia sengaja menunda kedatangannya. Maka Lazarus bertambah parah sakitnya dan meninggal. Waktu Yesus datang, Marta berkata ” seandainya Tuhan datang lebih awal…” Tapi apa jawab Yesus ? ” Saudaramu akan bangkit”
Merupakan pilihan bagi kita, apakah kita akan berjalan dengan mujizat dan keajaiban atau berjalan dalam hidup yang biasa biasa saja.

2 Korintus 1:8

Rasul Paulus,. Seorang rasul yang hebat, pernah juga share tentang kehidupan pribadinya yang penuh beban berat. Bahkan seakan akan mau mati, tetapi dia berkata bahwa dia tetap menaruh kepercayaan kepada Ia yang sanggup membangkitkan orang mati.

Setiap orang punya permasalahan, tapi bagaimana kita menghadapi nya? Dengan kekuatan sendiri atau kekuatan Allah?

1 Korintus 2:5

Iman kita tidak boleh bergantung pada hikmat manusia tapi pada kekuatan Allah saja.
Tuhan sedang membentuk sesuatu yang Ilahi dalam diri kita. Dan Tuhan ingin menyuntikkan DNA nya dalam hidup kita. Dia ingin agar kita semakin serupa dengan gambaran Kristus.
Iblis tidak takut kepada orang karena seberapa banyak ia berdoa, banyak aktivitas pelayanan dsb tapi iblis takut dengan orang yang hidup dalam kekudusan.
Pada waktu kita berjemaat di tempat ini, mungkin saudara pun menghadapi badai kehidupan. Tapi saudara harus berpaut kepada Tuhan dan tetap mau digembalakan, punya komitmen dan penundukan diri. Kelas ABC pun diadakan , bukan untuk membuat kita sekedar mengerti pelajarannya tapi juga untuk membawa setiap jemaat kepada satu jalur yang sama, menundukkan diri dan digembalakan.

no replies

Leave your comment