Engkau Berharga di Mata Tuhan

Yesaya 43:4

Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia dan Aku ini mengasihi engkau. Katakan kepada dirimu sendiri di depan cermin, bahwa Tuhan mengasihi Engkau. Kita tidak bisa membagikan kepada orang lain apa yang tidak kita miliki, semua harus dimulai dari pengalaman diri kita sendiri agar apa yang kita bagikan dapat berdampak bagi orang lain.Tuhan mau setiap kita punya pengalaman secara pribadi dengan Tuhan.
Kita dapat melihat hidup pribadi kita dari perspektif yang berbeda. Jangan melihat diri kita dari apa kata orang (perspektif) orang lain. Keluarga dan komunitasmu dapat membangun perpektif dalam dirimu. Jangan mengikuti apa kata orang tentang siapa dirimu sehingga hal itu membuat engkau berhenti melayani Tuhan. Sudut pandang dunia membuat engkau bisa jatuh, tetapi sudut pandang Tuhan membuat engkau percaya dan memiliki keyakinan engkau dapat melewati setiap proses yang diijinkan Tuhan terjadi dalam hidupmu. Ingat, pastikan hidup kita masing masing dilihat dari kacamata Tuhan bukan perpektif kita sendiri atau komunitas. Kita mulia di mata Tuhan.

Seberapa berharganya kita?

Seperti biji mata Nya, itulah kita di hadapan Tuhan. Karena Tuhan menaruh potensi, kualitas, panggilan dan anugrah yang Tuhan sudah berikan. Seperti Daud katakan “Jangan ambil rohMu dari padaku”, setelah dia jatuh ke dalam dosa. Tuhan menghargai kita seperti Ia menyambut anak yang hilang. sekalipun kita jatuh dalam dosa, namun saat bertobat kita diterima kembali.
Kita lahir dari sebuah produk keluarga, dan seringkali kita menerapkan apa yang kita terima dari orang tua kepada anak kita meskipun hal itu tidak sesuai di zaman mereka. Kapan kita sebagai orang tua memposisikan diri kita seperti anak anak dan berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Kita harus bisa memperlakukan mereka seperti Someone, bukan something, punya waktu pribadi dengan anak pribadi lepas pribadi (Me time), supaya hal hal yang buruk tidak mendekati anak anak kita. Berikan nilai nilai kepada anak kita sejak dini, agar tidak ada pengaruh dunia yang memperdaya anak anak kita. Lihat dirimu seperti Tuhan melihat dirimu, lihat anakmu seperti Tuhan melihat anakmu. Kita harus melihat segala sesuatu menurut kacamata Tuhan agar kita melihat anak kita seperti perspektif Tuhan. Sehingga kita dapat dengan benar menangani anak anak kita
Tuhan Yesus memberkati.

no replies

Leave your comment